Bacalah

Learning is forever

RSS Feed

Going where this year?

Archives for Linux

Software yang Harus Diadakan di Linux

0 Comments

Selama pake linux, ternyata saya masih gak bisa lepas dari windows. Nah, berikut ini program2 yg menurut saya harus dibikin, ato diadakan lah di linux.

1. Internet Download Manager. Menurut sebagian besar temen2 saya, IDM sudah bisa tergantikan dengan aria2c. Namun aria2c masih belum memiliki kemampuan untuk download video streaming langsung yg kayak di youtube. Nah, padahal salah satu hobby saya adalah ndonload video klip. Dan nginstall IDM lewat Crossover atau Wine malah gak jalan sama sekali (atau belum jalan lah). Hmm hmm.

2. Isis Proteus dan Multisim. Kalo untuk desain PCB, bisa sih pake Eagle di linux. Tapi untuk simulasi? Kayaknya Geda belum bisa menggantikan kedua software diatas. Dan sampai sekarang saya belum menemukan software yg bisa menyimulasikan rangkaian elektronik sebagus kedua software tadi.

3. Motorola Phone Tools. Mungkin temen2 yg pake Nokia ato SE bisa menemukan driver atau toolspack yg sesuai di linux. Namun kalo buat Motorola, sampe sekarang saya belum menemukan yg sesuai buat hp VE538 saya. Padahal saya juga hobby modding hp.

4. Game2 kayak Blitzkrieg, Europa Universalis, dan yg lainnya. Hehehe, berhubung saya juga hobby ngegame, teutama game strategy, kayaknya game2 linux masih belum bisa memenuhi nafsu ngegame saya deh. So, para developer game linux, berkreasilah dan buatlah game2 yg bisa membuat saya ketagihan! Hahaha

Disini saya gak mau ngajak ribut ato gimana. Tapi saya cm mau menceritakan pengalaman saya saja. Jadi jika temen2 semua pernah nemuin pengganti software2 yg saya maksud tadi di Linux, bisa langsung bagi2 disini. Tapi untuk urusan “kerjaan”, tetelinux

//
Filed under Linux, My thoughts
Jun 5, 2010

Install Google Chrome di Slackware 13.0

0 Comments

Akhir2 ini saya baru tau kalo ternyata Google Chrome merupakan web browser yg lebih kenceng n lebih ringan daripada Mozilla Firefox. Akhirnya pun saya jajal tu browser di Windows. Eh, ternyata bener. Maka saya juga tergiur untuk memasangnya di Slackware. Tapi ternyata setelah dilihat di situsnya adanya cm yg buat Ubuntu, OpenSuse dkk, gak ada paket yg resmi buat Slackware kesayangan saya. Dan setelah searching2 bentar, akhirnya ketemu juga solusinya. Dengan script yang user-contributed dari www.slackbuild.org. Gini ni caranya. Pertama download dulu dependensi nya:

ftp://ftp.gnome.org/pub/gnome/sources/ORBit2/2.14/ORBit2-2.14.18.tar.gz

ftp://ftp.gnome.org/pub/GNOME/sources/GConf/2.9/GConf-2.9.91.tar.gz

Lalu compile pake:

./configure

make

sudo make install

Setelah itu download paket .deb dan Slackbuild nya dari: http://slackbuilds.org/repository/13.0/network/google-chrome/

lalu extract google-chrome.tar.gz nya, masukkan paket .deb nya ke dalam folder hasil extract-an. Lalu dengan konsole ketik :

./google-chrome.SlackBuild

Jadi deh paket .txz nya. Lalu seperti biasa

sudo installpkg google-chrome-5.0.342.7-i386-2as.txz

Google Chrome secara resmi sudah terinstall di Slackware anda dan siap untuk dimanfaatkan. Selamat mencoba!

//
Filed under Linux
Jun 5, 2010

Install driver vga ATI Radeon di Slackware 13.0

0 Comments
Kali ini saya pengen berbagi pengalaman dengan Slackware 13.0 ni, tentang vga ATI Radeon di laptop Compaq Presario CQ40-104AX saya. Pertama saya bingung gimana cara nginstall tu driver. Tapi setelah lagi-lagi nanya sama Sang master nya Slackware di Elins, Kang Bima, akhirnya saya dapat pencerahan. Pertama, donlot dulu drivernya di http://support.amd.com/us/gpudownload/Pages/index.aspx . File nya “xf86-video-ati-6.12.4.tar.bz2” dan
“ati-driver-installer-9-10-x86.x86_64.run” . Tapi, instalasi nya pake konsole aka terminal lho, kan Slackware. hehehe. Lalu ikuti langkah dibawah ini:
1. cd ke folder tempat anda nyimpen master driver nya tadi.
2. tar -xvf xf86-video-ati-6.12.4.tar.bz2
3. cd xf86-video-ati-6.12.4
4. ./configure
5. make
6. make install
7. chmod +x ati-driver-installer-9-10-x86.x86_64.run
8. ./ati-driver-installer-9-10-x86.x86_64.run –buildpkg Slackware/All (buat package nya dlu)
9. installpkg fglrx-*.tgz (ntar jadi ada 2 peckage n install semua)
10. cd /etc/X11/ (masuk direktory xorg.conf)
11. cp xorg.conf xorg.conf-atiold (beckup xorg.conf)
12. aticonfig –initial -f
13. nano xorg.conf
14. tambahkan >>
Section “DRI”
Mode 0666
EndSection
Section “Extensions”
Option “Composite” “enable”
EndSection
15. Save xorg.conf nya.
16. startx
Selamat drivernya udah keinstall, sekarang bebas mau anda kasih visual effect compiz dll biar temen2 anda pada ngiler pengen pindah ke Slackware. Wkakakaka.
//
Filed under Linux
Jun 5, 2010

Slackware ku akhirnya nyanyi

0 Comments

Alhamdulilah, setelah beberapa lama terbisu, linux Slackware ku akhirnya bisa nyanyi..

Sekarang bisa dibidamdibidu pake amarok, nonton xxx pake vlc, dll. :p

Berkat beberapa petunjuk dari Bima, akhirnya ketemu juga caranya.
Ternyata problemnya ada pada driver alsacuk yang juga beberapa kali udah tak compile, upgrade, dll. Ternyata ada yang kurang, alsa-lib dan alsa-util nya juga harus ikut diinstall.
Nah, untuk cara2nya, ikuti langkah2 ini:

1. Download alsa-driver, alsa-lib, dan alsa-utils di http://www.alsa-project.org/main/index.php/Download
2. Extract semuanya.
3. Lewat konsole/terminal, cd ke folder tempat kamu ng-extract alsa2 tadi
4. Ketik “./configure” (tanpa tanda petik), tunggu sampe slese
5. Selanjutnya “make”
6. Lalu “make install” jika pake root, ato “sudo make install” jika pake user biasa
7. Lakukan 3 sampe 6 pada alsa-driver, alsa-lib, dan alsa-util.
8. Reboot
9. Di terminal, ketik alsaconf. pilih device yang paling atas.
10. Masih di terminal, ketik alsamixer. Maksimal kan semua parameternya.
11. Ketik alsactl store.
12. Selanjutnya jajal buat nyetel mp3, nyanyi deh si Slackware!
13. Kalo masih belum bisa, otak-atik mixer-nya aja
14. Selamat menikmati!

//
Filed under Linux
Jun 5, 2010

Gak Ada Yang Sempurna

0 Comments

Akhir-akhir ini saya sering dibingungkan oleh ulah Ubuntu Linux 9.04 di CQ-104AX saya yang sering hang, kalo me-modified file sering eror kalo dibaca di Windows, kalo transfer file dari atau ke flashdisk sering eror juga, kalo memainkan video sering lemot, dan problem-problem teng plekunik lainnya.</p>
Pertama kali menggunakan Ubuntu, saya pikir distro ini sudah merupakan distro yang paling “perfect” dan canggih. Dengan jaringan penggunanya yang sudah jutaan orang dan official and user-contributed membuatnya begitu sangat meyakinkan. Selama ini saya juga nyaman-nyaman saja menggunakan Ubuntu.

Kelebihan Ubuntu yang selama ini saya rasakan juga banyak, antara lain cara menginstallnya yang sangat mudah, cukup dengan membaca keterangan yang ada pada setiap langkahnya, konfigurasi nya juga sebagian besar sudah ter-GUI, program-program yang kompatibel dengan Ubuntu juga sudah sangat banyak, mulai dari aplikasi kantor, aplikasi programming, aplikasi desain grafis, dan lain-lain. Dan terutama, Ubuntu dapat mengirimkan CD-nya  kepada setiap peminat di seluruh penjuru dunia secara gratis.

Tapi setelah mengalami berbagai peristiwa bersama Ubuntu ini membuat saya sadar, Ubuntu ini ternyata buatan manusia juga, sehingga tak bisa luput dari kesalahan. Mungkin ketika proses debugging-nya ada step yang terlewatkan, dimana program debugger-nya juga buatan manusia. Atau mungkin saat pengujian alpha-beta para user yang berkontribusi melewatkan support yang memadai untuk merk laptop saya.

Tidak hanya Ubuntu, saya yakin semua distro Linux pasti juga memiliki kekurangan. Bahkan tidak hanya Linux, semua operating system yang ada di dunia manusia ini seperti Mac OSX-nya Apple yang super mahal, BSD-family yang aman tapi njlimet, Windows semua seri dengan bluescreen-nya, Solaris yang masih belum terkenal, dan yang lainnya, tak ada yang sempurna. Sehingga dapat disimpulkan semua teknologi yang diciptakan manusia dari jaman nabi Adam sampai saat ini tak ada satupun yang luput dari kesalahan.

Yang dapat kita lakukan adalah, memilih distro yang sesuai dengan selera dan kebutuhan kita masing-masing, yang dapat kita gunakan secara enjoy dan nyaman, pokoknya selama itu opensource, ya jalan terus. Hehe. Selanjutnya kita juga dapat ikut berkontribusi dalam pengembangan distro-distro linux yang kita gunakan, baik ikut nyumbang review, nyumbang desain, nyumbang program dan kemampuan coding, nyumbang bikin documentation, nyumbang manas-manasi orang biar ikut pake distro pilihan kita tersebut, dan bahkan nyumbang duit (kalo yang ini kayaknya saya gak ikut deh..hehe).

Akhir kata, selalu gunakan produk software gratis dan terbuka. Pokoke OpenSource dab!

//
Filed under Linux, My thoughts
Jun 5, 2010

Great Hackers

0 Comments

Ken Thompson : Inventor of Unix OS

Dennis Ritchie
: Creator of C language

Richard Stallman : Founder of GNU Project

Bjarne Stroustrup : Creator of C++ language

Bill Joy : Founder of BSD OS

Andrew Tanenbaum : Creator of MINIX, which inspired Linux

Linus Torvald : First developer of Linux

Sergey Brin and Larry Page : Inventor of Google

Rasmus Lerdorf : Inventor of PHP language

They are the real HACKER, who build the internet and write open-source program. So, I dont included Kevin Mitnick, S’To, cs in the list because they are CRACKER, who destroy and steal things.

Mereka adalah inspirasi saya untuk terus belajar dan berkarya.

//
Filed under Linux, My dream, My thoughts, Web
Jun 5, 2010