Bacalah

Learning is forever

RSS Feed

Going where this year?

Kata Pak Habibi : Berdikari, Masuk ke Industri

3 Comments
Posted by Taufiq on May 31, 2011 at 9:32 am

Beberapa waktu yang lalu, saya menghadiri Presidential Lecture oleh presiden ke-3 Republik Indonesia, Prof. Dr. B.J. Habibie, dalam rangka Dies Natalis UGM dan Sekolah Pasca Sarjana UGM. Temanya adalah “Membangun Daya Saing Bangsa : Tantangan dan Pilihan Kebijakan”.

Mungkin sudah banyak yang me-review pidato beliau. Jadi, disini saya hanya mengambil intisari yang menurut saya penting bagi diri saya sendiri.

Ketika itu, tahun 1955 Pak Habibi adalah salah satu dari beberapa mahasiswa yang dikirim oleh Bung Karno ke luar negeri untuk belajar. Pak Habibi masuk ke Jurusan Teknik Penerbangan, RWTH Aachen, Jerman Barat. Beberapa tahun kemudian, saat Indonesia sedang krisis, kiriman dari Indonesia macet. Pak Habibi pun teringat dengan pesan Bung Karno, “Berdikari, berdiri di kaki sendiri.”

Jalan yang dipilih oleh Pak Habibi untuk berdikari adalah, masuk ke industri. Dan akhirnya beliau pun kuliah sambil bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm. Dan beliau berhasil mencapai gelar Doktor pada tahun 1965.

Satu pelajaran yang penting yang bisa diambil, saat ini saya sudah mau menginjak semester 7. Satu target terpenting saya, berdikari, lulus dan lepas dari orang tua secepat mungkin, agar adik-adik saya bisa sekolah dan berkembang dengan lebih leluasa. Dan mungkin jalan yang saya ambil akan mirip dengan Pak Habibi, yaitu, masuk ke industri.

You can leave a comment, or trackback from your own site.

3 Comments

  • On May 31, 2011 at 5:11 pm Tege said

    karena anda adalah anda dan kita keturunan para pejuang!

    Reply

  • On May 31, 2011 at 5:43 pm Prima said

    Pak Habibie ‘hanya’ mencapai posisi kedua di MBB bukan karena kemampuannya kalah….tapi karena bukan orang jerman:) beliaulah yang berani menggebrak meja di rapat kerja DPR…..

    Reply

    • On May 31, 2011 at 5:57 pm topx666 said

      @all karena kita adalah anak dari ibu dan bapak kita! pengalaman pak habibi semoga bisa menjadi pelajaran bagi kita semua

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *