Bacalah

Learning is forever

RSS Feed

Going where this year?

Monthly Archives: April 2012

Renungan Jumat Ini

4 Comments

Tadi siang saya Jumat an di Masjid Siswagraha di utara Fakultas Teknik. Sang khatib bercerita, suatu saat dia naik pesawat dari London ke Jakarta, di sebelahnya adalah salah seorang petinggi Pertamina pada waktu itu. Katanya, si petinggi Pertamina itu barusan dari belanja peralatan golf di London.

Sang khatib waktu itu bertanya, “Kenapa Pertamina tidak bisa semaju perusahaan minyak milik negara yang lain?”. Sang petinggi Pertamina menjawab, “Di Pertamina, sebagian besar sarjana yang diterima adalah keluarga/anaknya teman/relasi orang dalam Pertamina, yang rata2 skillnya tidak terlalu bagus, namun pemalas dan tidak punya inisiatif. Sehingga sarjana2 yang skill nya bagus namun tidak punya relasi pada ‘ditangkap’ oil company asing’. Sarjana tanpa relasi seperti ini sebelumnya sudah terbiasa hidup prihatin, makanya ketika dia tahu bayarannya di oil company asing cukup besar, dia jadi bekerja dengan sangat giat dan orang2 seperti inilah yang membuat oil company asing bisa terus bercokol di Bumi Indonesia. Sementara itu, sarjana pemalas namun punya relasi tadilah yang akan terus menggerogoti Pertamina.

Itu siapa yang salah? Direksi Pertamina kah yang membiarkan penyakit menahun tersebut berlarut2? Atau HRD yang tidak becus, mata duitan, dan takut sama atasan? Atau malah sang sarjana tanpa relasi yang tidak cukup punya rasa nasionalisme untuk terus mencoba masuk Pertamina?.”

Saya jadi ingat, suatu saat saya membaca post di Kaskus. “Ketika suatu oil company, entah itu lokal atau asing, yang beroperasi di Indonesia memperkerjakan orang Indonesia dan orang asing, entah itu bule, orang India, atau orang Asia Timur, pasti salary diantara orang Indonesia dan orang asing itu berbeda, walaupun spesifikasi kemampuan dan pengalamannya sama persis. Bahkan kadang2, misalnya, ahli wireline Indonesia yang sudah berkecimpung 10 tahun di field digaji 2.000 dollar sebulan, sementara itu bachelor bule bau kencur yang masih kikuk dan kadang2 suka hampir merusakkan alat digaji 10.000 dollar sebulan.

Ketika hal tersebut terjadi, siapa yang salah? Apakah Departemen Ketenagakerjaan yang tidak kepikiran dengan masalah ini dan tidak mengeluarkan regulasi khusus tentang ini? Apakah HRD nya yang terlalu mengagung2kan orang asing namun tidak tahu kenyataannya di lapangan? Atau para ahli lokal yang tidak pandai berdiplomasi untuk menuntut kesetaraan?

Apr 6, 2012

Cerita Proposal Tugas Akhir Saya

3 Comments

Tanggal 26 Maret kemaren, saya barusan melakukan presentasi proposal Tugas Akhir. Mungkin kalo detil teknis dan generalnya sudah diposting oleh Aa Tege di kandangnya dengan judul yang lumayan mirip. Kebetulan saya dapet reviewer yaitu Pak Dr. Suharto dan Mas Andi Dharmawan, M.Cs.

Jadi saya mendapat saran dari kedua reviewer tersebut. Saran dari Pak Harto yaitu, motornya dipilih yang bisa diset secara gampang ke kecepatan yang mau digunakan. Jadi kalo misalnya saya mau make di 500 rpm, maka akan ngawur kalo saya beli motor yg 10.000 rpm. Ternyata tidak seperti yang saya duga, kalo kita punya motor 10.000 rpm dan PWM antara 0000-FFFF, maka kecil kemungkinan motor mau berputar kalo kita kasih PWM cuma BB8 alias 3000 untuk mendapatkan 500 rpm. Karena ini berhubungan dengan torsi motor. Sayang sekali saya tidak terlalu memperhatikan waktu kuliah Mekatronika. Untung saja Pak Harto mau berbaik hati mau memberi tahu saya.

Kalo dari Mas Andi, beliau lebih menekankan ke arah software dan antarmukanya, beliau memastikan apakah saya memakai konektor yang sesuai antara HMI Visual Basic dan database MySQL nya. Dan kalo bisa nanti HMI yang saya bikin harus se user firendly mungkin. Juga jangan lupa alarm dan 12 golden rules of SCADA. Saran terakhir dari beliau, latar belakanganya harus fokus ke masalah yang mau saya teliti, gak usah terlalu banyak tetek bengek rumus kimia.

Untuk mendapatkan acc dari kedua reviewer tersebut, saya tinggal menambahkan saran tadi ke proposal saya. Dan tadi pagi, alhamdulilah revisi proposal Tugas Akhir telah terkumpul dengan cantik di Mbak Septi.

Ini cerita proposal Tugas Akhir ku, apa cerita proposal tugas akhirmu?

Apr 4, 2012